Senin, 01 November 2010

BEBEK RACING BETINA VS BEBEK PENJANTAN RACING


BEBEK RACING BETINA
          Eksploitasi kuda besi bebek menjadi tunggangan balap bukan lagi sebagai pemenuhan kebutuhan akan balap tapi juga tembusnya dinding pembatas berkreaktifitas dan juga berontaknya ekspresi jiwa pecinta kecepatan tinggi. kebutuhan akan balap motor memang bukan kebutuhan pokok, tapi tidak bisa dipungkiri berkembang pesatnya turut  berpengaruh besar terhadap perkembangan dunia otomotif global. Di asia misalnya, balap kelas kategori bebek telah menjadi bagian dari level bawah perkembangan balap internasional. Balap bebek telah menjadi batu loncatan kecil ke ajang balap internasional. 
           
           Di Indonesia contohnya balap kelas kategori bebek telah menjadi bagian penting perkembangan balap di tanah air. Nama Doni Tata Pradita yang tidak asing di mata balap internasional juga besar dari balap bebek Doni Tata hanya satu contoh dari sekian banyak pembalap kelas bebek yang berhasil tembus ke lingkup asia dan internasional. Keterbatasan sarana balap nyata seperti motor prototipe balap tidak menjadikan surutnya minat balap di indonesia. Justru semakin berkembang menjamur dan melahirkan bibit-bibit pembalap baru di level nasional dan tidak terbatas nasional saja tapi juga tingkat asia dan juga internasional. 
           Motor bebek memang bukan pilihan terakhir untuk sarana balap, banyak motor sport dari beberapa produsen jepang yang dijual di pasaran yang speknya mendekati motor balap nyata tapi itu justru bukan menjadikan vaforit kebanyakan kalayak di kalangan balap. Banyak memang yang memilih motor jenis sport produksi masal yang dipakai balap tapi tidak seramai balap bebek yang lebih berpihak pada komunitas balap tingkatan ekonomi terjangkau.

PEJANTAN BEBEK RACING
         Balap jenis sport boleh dikatakan elit, karena hanya kalangan menengah ke atas yang bisa menjangkaunya, tapi bukan tidak mungkin kalangan menengah ke bawah menjangkaunya. Banyak kalangan menengah kebawah yang membalap di kelas sport tapi kebanyakan mereka adalah pelaku balap atau pembalap yang bukan sebagai owner motor balap type sport. Motor sport yang ukuran dan beratnya lebih besar dari motor bebek memang mengharuskan motor ini jika dipakai balap harus di sirkuit permanen yang lebar dan jenis sirkuitnya memudahkan bermanufer. Terlalu riskan jika harus turun balap disirkuit non permanen seperti sirkuit pada balap bebek. 
          Lebih sedikit memang komunitas balap motor tipe sport jika dibanding  komunitas balap bebek, karena banyak faktor yang  mempengaruhi diantaranya adalah sedikitnya sirkuit permanen yang memfasilitasi balap tipe sport,  spare part dan perawatan yang lebih mahal hanya dijangkau oleh kalangan tertentu dan perkembangannya tidak merata hanya terfokus di kota besar yang tersedia sirkuit permanen, tapi hal ini tidak menjadi kendala bagi pecinta balap tipe sport ini, karena hobi adalah hobi tidak ada yang bisa membatasi dan mengekang, dan tidak ada pembatas, sejauh tempat dan semahal  berapapun akan ditempuh demi  kepuasan dan tersalurnya kebutuhan jiwa-jiwa balap dan terus berkembang di lingkup balap Asia maupun internasional.  

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © . Road Race Portal - Artikel RSS · Komentar RSS
-